PEMBARINGAN SUNYI

PEMBARINGAN SUNYI
oleh Retno Galih Wijayanti ft. Tinta Angkara

Pada pemakaman sore itu
kulihat jasad yang membiru
Tanpa air mata yang jatuh di pipiku
mungkin telah mengeras beku

Orang-orang seakan berduka
bersimpati menahan tawa
Hanya aku yang sepertinya terluka
memendam amarah dalam dada

Namun sekeras apa pun kuteriakkan
masih saja mereka acuhkan tanpa hati
tidak … bahkan tak bisa aku dengarkan
suara dari mulutku sendiri; terlalu sunyi

Aku hanya bisa memandangmu dalam kekakuan
terbaring kembali seorang diri tanpa kehangatan
Kuharap engkau bukanlah aku
karena aku masih ingin merindu

Kuresapi dingin ini sebagai kecupan
hingga senyumku terlukis pada kematian
di tanah pembaringan yang tak kuinginkan
tiada lagi yang bisa aku lakukan

Karena sore telah berganti malam
tinggalkanku bersama dendam
Sayang, nyatanya aku telah mati
dengan beribu dosa kusesali

9 Januari 2020