DUNIA ANGKARA lepaskan amarahmu luapkanlah birahimu tikam aku semaumu biar luka puaskanmu pada dendam yang kaupendam darah mayatku […]

BUKAN PERAWAN

pegang tangan ini erat
langkah kaki tak lagi berat
karena tujuan kita mendekat
bangunan lama bernuansa pekat

sekap aku yang lemah ini
kloroform buatku enggan berdiri
di dahiku kautulis luka
tak sadarkah aku menikmatinya

Pasrahkan amarah. Dengan cakarnya yang tajam, sang Betina mengoyak tubuh Bedebah itu. Menguras habis seluruh darah, namun seketika terhentak. Ia tersadar, putrinya takkan kembali. Meski beribu kali mengais isi perut Bedebah yang tega memakan anaknya sendiri.