Menulis Kisah Bersama, Yuk!

ulleo / Pixabay

Bantu saya memahami jalan berpikir orang lain dengan menjadi tokoh ‘aku’ dalam cerita singkat di bawah ini. Caranya mudah, Anda tinggal mengisi titik-titik di bawah ini dengan jujur. Pejamkan mata sejenak dan bayangkan kejadiannya dulu sebelum memutuskan untuk menjawab. Jawabannya boleh satu kata atau lebih di setiap poinnya.

Dengan menjawab jujur, mungkin bukan hanya akan membantu saya memahami orang lain, tapi juga akan membantu Anda memahami diri Anda sendiri.

Perlu dipahami bahwa tidak ada jawaban benar ataupun salah di sini. Jadi jawablah sesuai yang ada di angan Anda seakan kejadian ini nyata Anda alami.

Selamat mencoba!

Aku menempuh perjalanan jauh naik mobil menuju ke suatu tempat yang selalu ingin aku datangi, yaitu …(a)…. Aku ditemani oleh seseorang, namanya …(b)… dan dia adalah …(c)…-ku. Untuk mencapai tujuan, kami harus melewati jalan yang begitu panjang di antara dua hutan lebat. Agar tidak bosan kami berdua bercerita tentang …(d)… sepanjang perjalanan. Namun tiba-tiba seekor rusa muncul dari hutan dan mobil kami pun menabraknya. Aku keluar dari mobil membawa …(e)… untuk …(f)… rusa itu. Aku merasa …(g)… pada rusa itu karena …(h)….

Setelah urusan dengan rusa itu selesai. Kami pun meneruskan perjalanan ke tujuan awal kami sambil mendengarkan lagu-lagu …(i)…. Tak lama berselang mobil kami mogok dan memutuskan untuk berjalan kaki masuk ke dalam hutan. Dalam perjalanan, kami menemukan dua anak burung di dalam sarang yang terjatuh. Salah satu anak burung itu sayapnya patah. Lalu aku putuskan untuk …(j)… agar …(k)….

Kami melanjutkan perjalanan kembali. Semakin lama kami pun kehausan. Sangat beruntung kami mendengar suara gemericik air. Tak jauh dari situ kami menemukan sungai yang lebarnya mungkin sekitar …(l)… meter. Aku memang haus, tapi aku tak begitu saja langsung meminum air sungai itu karena …(m)….

Dari kejauhan kulihat ada sebuah rumah mewah di seberang sungai. Kami putuskan untuk pergi ke rumah itu dengan cara …(n)….

Sesampainya di rumah itu, kami bertemu dengan seorang nenek yang sangat ramah. Dia mempersilahkan kami masuk rumah bahkan menyajikan banyak makanan yang dibantu tiga pelayannya. Isi rumah itu seperti istana. Kami pun makan di meja yang besar. Kami diberi lima pilihan minuman; anggur, soda, lemon, jus, dan air putih. Aku memilih …(o)… dan salah satu pelayan pun menuangkannya ke sebuah gelas yang terbuat dari …(p)…. di depanku.

Kami sudah kenyang dan berpamitan pada nenek itu. Namun nenek itu terlihat sedih melihatku, mungkin karena aku terlihat …(q)…. Aku tak ingin menanyakannya dan berjalan pergi. Tak disangka nenek itu malah menawarkan kami untuk tinggal selamanya di rumah itu. Kami berdua berbeda pendapat, aku memilih untuk …(r)… sementara ia memilih untuk …(s)….

Kami pun akhirnya berpisah. Aku sungguh merasa …(t)…. Perjalan ini benar-benar perjalanan yang …(u)… bagiku.

Sebuah kisah oleh
Tinta Angkara dan Anda.
10 Juli 2019