KOPI PAHIT RINDU

Foundry / Pixabay

KOPI PAHIT RINDU

seperti udara
kau hembus menggoda
berulang kali
mengharap rindu ‘kan pergi

lalu datang secangkir kopi
kau nikmati sendiri
dalam elegi puisi
begitu bangga kau akhiri

tanpa sesendok gula
yang manis menyakiti
tanpa cinta
yang kau benci

inilah kemenanganmu
menghina kekalahanku
dalam makam kesendirian
rebahkan peluh pelarian

tenang saja, Sayang
aku tak mengalah, bukan
aku hanya lelah … mencintai
dirimu yang mengharapkanku … mati

Tinta Angkara
Negeri Saba, 20 Januari 2019