BUKAN PERAWAN

Engin_Akyurt / Pixabay

BUKAN PERAWAN

pegang tangan ini erat
langkah kaki tak lagi berat
karena tujuan kita mendekat
bangunan lama bernuansa pekat

sekap aku yang lemah ini
kloroform buatku enggan berdiri
di dahiku kautulis luka
tak sadarkah aku menikmatinya

perkosa aku perlahan
pada lembut goresan tangan
nafsu mulai terbangkitkan
mengambil alih kekuasaan
sayang, aku bukan perawan
bagiku engkaulah korban
jantungmu sungguh lembut menawan
ketika kuraih dengan kedua tangan

dalam kegelapan malam itu
kuminum kamu sepuas hatiku
nikmati setiap tetes wajahmu yang lugu
ketidaktahuan terasa begitu lucu
ketika kau mati tanpa baju
seharusnya kau pikir dulu
sebelum memilihku

Tinta Angkara
Negeri Saba, 29 Oktober 2018