BISIKAN RINDU

BISIKAN RINDU

Semua terlihat datar, bahkan lekuk indah tubuhmu hanya membuatku termenung. Jadikan aku bosan karena luka ini semakin terasa sama saja. Hanya sakit dan bintik-bintik gatal dalam pikiran. Tak terobati, tapi kulit ini tak berganti hingga tiada lagi sensor rasa di dalam hati.

Lalu masihkah engkau membuang-buang energi untuk memberi memar pada seonggok mayat? Nyatanya kau telah membuktikan, bahwa siksamu masih kudapatkan meski telah lama aku mati. Namun bukan karena sakit itu, hanya kebosanan melihatmu bertindak berlebihan. Begitu bodoh, tak sadar bahwa engkaulah yang paling terluka.

Kegelapan yang menggerogotimu bukanlah aku, tapi cintamu yang membeku oleh benci yang tak seharusnya kau nikmati. Maka turutilah hasratmu! Aku tahu kau tak bisa membunuhku dua kali. Namun janganlah terlupa, masih ada satu nyawa di antara kita berdua.

Vlad D. Anger
Negeri Saba, 24 Februari 2020