003 Secawan Ajal

001
MODIFIKASI HATI

tiada lagi mulut menghina
angkuh merusak jiwa
melukai hati
hancurkan mimpi

tak kau butuhkan tangan
untuk menyakiti angan
menampar kenikmatan
yang tulus kuhaturkan

mawar cerminan rasa
pada setiap kuncupnya
kuberikan padamu
kau injak tanpa ragu

telah aku dapatkan
kini, tergapai keinginan
engkau seperti yang kumau
takkan mampu lagi sakitiku

sedikit modifikasi
biar kau tak kembali
menyia-nyiakan tubuhmu
selain pada diriku

ini persembahan untukmu
cinta yang selama ini kurindu
indah gemulai wanita pujaan
telah kusempurnakan

tanpa anggota badan
tiada lagi kebencian
semoga engkau menikmati
ketika kuiris berkali-kali

potongan demi potongan
hasrat kita tersampaikan
kau ciptaanku
sebagai pemuas nafsu

bercintalah denganku
kekasihku

Negeri Saba, 4 Juli 2018
Poem by Tinta Angkara
Oil Painting by Tinta Angkara


002
INSOMNIA

Tanpa kantuk
Jam dinding mengatuk
Menyiksa malam
Memperkosa diam

Aku keluar
Menerobos belukar
Menembus kabut
Sedikit takut

Mimpi yang nyata
Sadarku melihatnya
Sosok hitam berlari
Bukan teman yang kucari

Kurasa jahat mendekat
Kaki serasa lekat
Ia terlalu cepat
Bagai kilat

Mata-mata bermunculan
Menyatu dalam kegelapan
Tanpa sempat terpejam
Tak satu pun kedipan

Dalam tidur panjang
Berharap kau temukan
Mayatku bercinta
Dengan mata terbuka

Negeri Saba, 5 Juli 2018
Poem by Tinta Angkara
Oil Painting by Tinta Angkara


003
INSOMNIA 2

Resah lelapku
Seakan penuh rindu
Namun aku tak tahu
Sadarku khianatiku

Seperti mimpi
Tapi terjadi
Semua tragedi
Lelah kualami

Tidurku selalu terganggu
Oleh bisikan penuh nafsu
Menyentuh birahi
Menjadi juru pati

Ada aku yang terlalu binal
Alter ego yang tak kukenal
Menuruti kegelapan
Apapun kulakukan

Membantai manusia
Satu yang kucinta
Tak perlu lagi memendam amarah
Mimpi buruk kini … menjadi indah

Negeri Saba, 5 Juli 2018
Poem by Tinta Angkara
Oil Painting by Tinta Angkara


004
TANGISAN RINDU

pasti kan indah kehadiranmu
setelah sekian bulan menunggu
meski hanya satu kedipan mata
kurasakan hangatnya berjumpa

tak pernah kulupa
kau selalu kudamba
t’lah kubelikan semua
berharap kau suka

meski engkau tak mengenalku
belum sempat berbagi pilu
cerewet bertanya ini itu
mungkin mengganggu tidurku
atau sekedar meminta uang saku
percayalah aku tulus mencintaimu

telah kupersiapkan
demi sebuah kedatangan
tiada rasa yang serindu ibu
untukmu anak pertamaku

tak pernah letih memeriksa
tak kupedulikan biaya
kupastikan juga
berita gembira
bukan kabar buruk tentangmu
dokter bilang kau sehat selalu

hingga tiba kelahiranmu
mereka hanya tertunduk malu
kuharapkan tangisan
namun kau hanya terdiam
tetap kupeluk mayatmu
kukecup dengan pilu

Tinta Angkara
Negeri Saba, 8 Juli 2018 00.06

#Terinspirasi dari kisah nyata


005
PUISI RINDU

jangan paksa aku
menulis namamu
dalam syair rindu
senandungkan lagu
palsu

cinta
telah kulupa
kau terlalu hina
untuk kujaga
dalam jiwa
hanya ada luka
dan duka

mati
lagi
kau telah mati
bahkan dalam mimpi
kau selalu menyakiti
hati

mayat
menggeliat
terus mendekat
menyentuh tanpa sekat
enyah kau laknat!

aku
takkan mau
bercinta lagi denganmu
hanya satu nafsu
mengiris dadamu
kuberikan pada Tobu
anjingku

persetan!
pada kemaluan
kan kutikam
belati tajam
dalam-dalam
diam-diam
kunikmatkan
kematian

Negeri Saba, 10 Juli 2018

Poem by Tinta Angkara
Oil Painting by Tinta Angkara


006
KISAH SEMALAM

kunikmatkan malam
pada ranjang kutenggelam
sejenak rehat dari kemunafikan
malam ini saja tanpa beban

tanpa kekasih hati
ia begitu saja pergi
tak pernah peduli
ah, terpaksa onani

tak cukup kantuk
hasrat kian memucuk
otak dan hati berembuk
bisikan dendam menumpuk

kugali kembali
lubang mimpi
nafsu birahi
pegang kendali

kutemukan lagi
tubuhmu yang telah mati
tersenyumlah saat kugagahi
mayat yang kucintai

Negeri Saba, 13 Juli 2018
Poem by Tinta Angkara
Oil Painting by Tinta Angkara


007
AROGANSI CINTA

hening kudekap dingin
pagi ini penuh rasa ingin
terpendam sejak semalam
ketika anganmu bersemayam

jangan kau tolak lagi
pertemuan kali ini
meski tanpa belati
kan kutikam hati

yang dulu beku
merajam rindu
tak pernah kumiliki
benamkan mimpi

bukan benci
cukup menikmati
ia kan terluka
saat kau kusiksa

teteskan air mata
kehilangan cinta
indah mayat ini
kusimpan sendiri

tak cukup almari
baiknya kubagi
hingga menyengat nanti
buang tanpa peduli

Tinta Angkara
Negeri Saba, 15 Juli 2018


008
KISAH ASMARA KITA

kuciptakan rindu hanya untukmu
dari kali pertama kita bercumbu
hingga tiba pada akhir yang pilu
mengulum lidah tubuh membelenggu

kusajikan kisah asmara
untuk kita berdua
bersama bertukar rasa
kupastikan takkan terlupa

kututupi, bilur luka diri
terangkan warna gelap hati
memalsukan birahi
menjadi cinta sejati

harusnya jangan kau coba
mengungkap semua rahasia
korbanku kepada dunia
yang mati kusiksa

karena kutahu pasti
kau takkan pernah memahami
maaf bila harus kuakhiri
nyawa kita berdua

Negeri Saba, 20 Juli 2018

Poem by Tinta Angkara
Oil Painting by Tinta Angkara


009
SECAWAN AJAL

dalam sebuah cawan
darah kita satukan
simbolkan percintaan
tanpa ada perzinaan

saling menyakiti
tanpa luka di hati
sadarkan diri
tak lama lagi, mati

wahai kekasih
jangan bersedih
kan kutitipkan puisi
ketika datang malam hari

di setiap rintik hujan
ada cumbu kukirimkan
atau lewat mata bintang
rinduku bergelimang

meski habis sudah darah
yang kupaksakan tertumpah
kuminum kamu tanpa ragu
resapkan jiwamu padaku

maaf kuharus tinggal
namun cintaku tak terjual
meski jarak kita semakin terjal
tetap kunyanyikan hingga terjemput ajal

Tinta Angkara,
Negeri Saba, 10 Agustus 2018


010
DEMI WAKTU

Ingatlah
Ingatlah ketika kita putuskan untuk tidak menyerah
saat darah menghitam di bawah cahaya merekah
rembulan yang selalu engkau nyanyikan
demi membasuh rindu antara sungai waktu terbentang

Adakah hujan yang sejukkan asmara kita
atau burung-burung berkicau menggoda
Kau dan aku telah lama berjuang
sejak terlahir di tanah yang gersang

kini menjadi surga
untuk apa putus asa
kita penggal ribuan musuh bersama
satu nyawa diantara kita takkan sia-sia

selama engkau terbang, kawan
Aku akan ada diantara awan
bahkan bila kau terjatuh
kulembutkan batu yang kau sentuh

Relakan aku
Relakan demi resahku dan kamu
bantai mentari yang anggap kita tabu
gelapkan dunia seperti yang engkau mau
Kekasihku

Tinta Angkara
Negeri Saba, 27 Agustus 2018